Bahaya Pijat Perut - Baca Selengkapnya

Pijat adalah salah satu metode alternatif untuk mengobati penyakit. 



Cara ini sudah dikenal sejak zaman dahulu. Biasanya metode pijat ini dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Anda juga bisa mendapatkannya di beberapa panti pijat atau klinik pijat refleksi.

 Ada berbagai jenis pijat yang ada saat ini. Masing-masing memiliki manfaat kesehatannya sendiri. Pijat bisa dilakukan pada seluruh tubuh atau hanya pada bagian tertentu saja.

 Misalnya, tangan, kaki, kepala bahkan perut. Nah, khusus untuk pijat perut ini sebaiknya jangan sembrono. Artinya, pastikan orang yang melakukan pijat ini benar-benar ahli di bidangnya. Mengapa? Pasalnya, memijat perut yang dilakukan sembarangan atau tanpa ahlinya bisa mendatangkan bahaya. Pijat perut dikenal sebagai salah satu terapi relaksasi untuk memanjakan tubuh. 

Pijat perut bahkan bisa meredakan sakit perut. Seperti pijat tradisional lainnya, pijat perut ternyata bisa melenturkan otot kaku di area sekitar perut Anda. 

Terapi pijat tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Apalagi bila terapi komplementer (terapi di luar standar medis) dipadukan dengan lulur tradisional yang memberikan efek menenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan kulit. 

Namun, pijat perut bisa berbahaya jika dilakukan sembarangan di rumah atau di tempat praktik pijat yang tidak profesional. Alih-alih merasa lebih sehat, Anda berisiko mengalami bahaya 

Berikut akibat teknik pijat perut yang asal-asalan melansir dari pijat panggilan bsd 

pijat panggilan bsd ayu massage


1. Bekas luka pijat sakit 

Bahaya pertama pijat perut adalah rasa tidak nyaman yang tersisa setelah memijat perut. Jenis pijatan apa pun biasanya melibatkan banyak tekanan, baik ringan maupun keras. Teknik pemijatan ini bertujuan untuk mengatasi gangguan pada organ perut atau jaringan otot. Namun tidak jarang kita merasakan nyeri pada tubuh kita sehari setelah dipijat. Dalam dunia medis, hal ini dikenal dengan istilah Post-Massage Pain and Discomfort (PMSM). Kondisi ini ditandai dengan memar dan cedera pada otot perut. Jika pijatan terasa nyeri, segera minta terapis Anda untuk menyesuaikan tekanan pijatan dengan batas toleransi tubuh Anda. 

2. Masalah Pencernaan 

Banyak orang percaya bahwa pijat perut dapat mengatasi sembelit dan membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh sistem pencernaan. Pijat perut populer karena bisa menjadi cara alternatif untuk mengatasi masalah pencernaan, tanpa perlu obat alami atau medis untuk sakit perut. Sebuah penelitian dalam jurnal o memuat bukti efektivitas pijat perut untuk mengatasi sembelit. Penelitian ini dilakukan selama 2 tahun dengan 30 pasien di Istanbul. Hasilnya, sistem pencernaan pasien lebih lancar sehingga secara tidak langsung dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Namun, tekanan berlebihan dari pijatan perut justru bisa memberikan efek sebaliknya. Bahaya pijatan perut yang terlalu kuat termasuk perut kembung, kram perut, sakit perut, mual, diare dan bisul. 

3. Kerusakan organ vital 

Badan pegal setelah dipijat hanyalah efek ringan dari pijat perut tradisional yang seringkali tidak bisa dihindari. Namun, bagi sebagian orang yang lebih rentan, bahaya pijat perut bisa memengaruhi organ vital di perut. Terapis pijat profesional dapat mengenali keberadaan usus yang terlihat seperti sosis kosong. Anda bisa membedakan mana usus dan otot perut lainnya. Tekanan besar dari pijatan perut dapat menyebabkan obstruksi usus yang mencegah makanan melewati sistem pencernaan dengan lancar. Hal ini dapat menyebabkan perforasi pada dinding usus dan infeksi yang memerlukan pembedahan segera. Teknik pemijatan yang salah juga dapat menyebabkan peritonitis (radang selaput perut) dan rhabdomyolysis (kerusakan otot). 

4. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada bayi Dengan teknik pijat bayi yang benar dan dilakukan oleh terapis bersertifikat resmi, pijat perut bayi dapat membantu meringankan gejala kolik dan sembelit. 

Namun, menurut pijat panggilan bintaro, kulit bayi di bawah 12 bulan masih cenderung lebih rentan dan lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Kondisi ini membuat kulit anak lebih sensitif, sehingga tidak disarankan untuk menerima tekanan pijat yang tidak didedikasikan untuk anak. 

Selain itu, organ anak belum sempurna dan terus berkembang. Ini membuat anak lebih rentan terhadap risiko masalah kesehatan. Terapis profesional harus melakukan pijatan anak untuk mencegah risiko bahaya pijat pada perut anak.